Fenomena co-branding dalam industri restoran semakin berkembang sebagai strategi pemasaran yang efektif untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing. Salah satu contoh penerapan co-branding adalah restoran RamenYa x SushiYa di Summarecon, Bandung. yang menggabungkan dua identitas visual brand dalam satu ruang Restoran. Penggabungan ini memberikan tantangan dalam merancang elemen interior yang mampu merepresentasikan kedua merek tanpa menghilangkan karakteristik masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan penerapan co-branding identitas visual pada elemen interior restoran RamenYa x SushiYa . khususnya bagaimana desain interior dapat menciptakan keseimbangan antara kedua merek tanpa kehilangan keselarasan estetika dan fungsionalitas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, dimana data dikumpulkan melalui observasi lapangan, dokumentasi visual, dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen interior, seperti warna, material, pencahayaan, dan tata ruang, memiliki peran penting dalam menjaga konsep co-branding restoran. Desain interior yang tepat dapat mendukung integrasi kedua identitas merek tanpa mengurangi pengalaman pelanggan terhadap masing-masing konsep. Keselarasan desain menjadi faktor kunci dalam memastikan bahwa co-branding tidak hanya berfungsi secara strategis tetapi juga secara visual dalam menciptakan atmosfer restoranKata Kunci: Co-branding, Identitas Visual, Desain Interior, Restoran Jepang
Copyrights © 2025