Abstract: Puri Ageng Mengwi (Mengwi Kingdom) holds significant historical heritage. Unfortunately, there are few scientific writings that explore this topic. One of its legacies is Pura Panthi Dewa, which houses Pelinggih Gedong, a structure closely linked to the royal palace. This study aims to analyze the architectural elements of Pelinggih Gedong using Peirce’s semiotic theory, which consists of representamen (physical form), object (what is referenced), and interpretant (the meaning produced). A qualitative descriptive method was employed, with data collected through field observations, in-depth interviews with selected informants, and literature review. Data analysis followed the Miles and Huberman model, with validity ensured through triangulation techniques. The findings reveal that each part of Pelinggih Gedong, from the roof (palih Sari), body (palih Batur Sari), to the base (palih Bebaturan Sor), carries profound meanings related to Hindu cosmology, including the power of Vishnu, Brahma, and Iswara, as well as values such as humility and devotion in worship. The structure also reflects the Tri Angga concept (Uttama, Madya, Nista), representing the hierarchical levels of the universe. Additionally, this study uncovers the influence of Puri Ageng Mengwi in the form and ornaments of Pelinggih Gedong, reflecting historical social hierarchy and power. Keyword: Peirce’s Semiotics, Pelinggih Gedong, Tri Angga Abstrak: Abstrak Puri Ageng Mengwi (Kerajaan Mengwi) memiliki banyak peninggalan sejarah. Sayangnya, tidak banyak tulisan ilmiah yang mengeksplor hal tersebut. Salah satu peninggalannya yaitu Pura Panthi Dewa yang didalamnya terdapat Pelinggih Gedong yang sangat erat kaitannya dengan pihak puri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis elemen-elemen arsitektur Pelinggih Gedong menggunakan teori semiotika Peirce, yang terdiri dari representamen (bentuk fisik), objek (yang dirujuk), dan interpretan (makna yang dihasilkan) secara mendalam. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan informan terpilih, dan studi literatur. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, validitasnya dipastikan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap bagian Pelinggih Gedong, sejak dari atap (palih Sari), badan (palih Batur Sari), hingga bagian kaki (palih Bebaturan Sor), memiliki makna mendalam yang terkait dengan konsep kosmologi Hindu, seperti kekuatan Dewa Wisnu, Dewa Brahma, dan Dewa Iswara, serta nilai-nilai seperti kerendahan hati dan keteguhan dalam memuja kebesaranNya. Struktur bangunan ini, juga mencerminkan konsep Tri Angga (Uttama, Madya, Nista) yang menggambarkan tingkatan hierarki alam semesta. Penelitian ini, juga mengungkap pengaruh Puri Ageng Mengwi dalam wujud dan ornamen Pelinggih Gedong, yang mencerminkan hierarki sosial serta kekuasaan pada masa lalu. Kata Kunci: Semiotika Peirce, Pelinggih Gedong, Tri Angga
Copyrights © 2025