Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko operasional dan budaya perusahaan dalam meningkatkan kinerja di PT. ABC, sebuah perusahaan manufaktur suku cadang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, di mana data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan pemilik perusahaan dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan mesin merupakan risiko utama yang dapat mengganggu lini produksi, sehingga perusahaan menerapkan pemeliharaan berbasis risiko (RBM) untuk mengurangi kemungkinan kerusakan. Selain itu, budaya perusahaan yang mendukung kesadaran akan kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (HSSE) berperan penting dalam mitigasi risiko. Keterlibatan karyawan dalam proses identifikasi risiko juga terbukti meningkatkan pemahaman dan respons terhadap potensi bahaya. Hasil lain dari penelitian ini juga mengindikasikan bahwa manajemen risiko yang efektif, didukung oleh budaya perusahaan yang kuat, dapat meningkatkan kinerja dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan produktif.
Copyrights © 2025