Perkembangan teknologi informasi yang pesat, khususnya melalui media sosial seperti Instagram, telah mempermudah interaksi digital namun juga meningkatkan potensi risiko terhadap keamanan data pribadi. Kurangnya kesadaran pengguna dalam menjaga privasi serta lemahnya pengaturan keamanan sering kali dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan pelanggaran data. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat risiko keamanan data pribadi pada pengguna Instagram, mengingat tingginya aktivitas pengguna di platform tersebut tanpa perlindungan yang memadai. Penelitian menggunakan metode DREAD (Damage, Reproducibility, Exploitability, Affected Users, dan Discoverability) untuk mengukur dan mengklasifikasikan risiko dari berbagai ancaman yang mungkin terjadi. Sampel dipilih secara purposive terhadap 15 responden aktif pengguna Instagram, dengan pengumpulan data melalui kuesioner berbasis skala Likert 1 hingga 3. Hasil analisis menunjukkan bahwa ancaman seperti pencurian identitas dan kebocoran data termasuk dalam kategori risiko tinggi dengan nilai rata-rata di atas 2,6. Untuk mengurangi risiko tersebut, disarankan penerapan two-factor authentication (2FA), pengaturan privasi yang lebih ketat, dan peningkatan literasi keamanan digital di kalangan pengguna. Penelitian ini menegaskan pentingnya kesadaran individu dan dukungan kebijakan platform dalam menjaga keamanan data pribadi di era digital.
Copyrights © 2025