Dalam enam tahun terakhir (2020–2025), isu kesehatan mental telah menjadi topik yang banyak diteliti dalam berbagai studi ilmiah. Tingginya prevalensi gangguan mental serta dampaknya terhadap kehidupan individu menunjukkan urgensi akan intervensi yang tepat, mengingat semakin meningkatnya jumlah penelitian mengenai kesehatan mental secara global dalam beberapa dekade terakhir. Penelitian ini mengkaji berbagai teknologi, metode pengembangan, tujuan intervensi, dan target pengguna dalam menangani kesehatan mental. Hasil kajian menunjukkan bahwa aplikasi mobile merupakan teknologi yang paling sering digunakan dalam intervensi kesehatan mental, diikuti oleh website dan game interaktif. Fokus intervensi lebih banyak pada terapi digital dibandingkan metode tradisional, dengan target pengguna utama adalah remaja dan dewasa muda. Kajian ini menyoroti bahwa intervensi digital untuk kesehatan mental mengarah pada pendekatan mandiri dengan memprioritaskan aksesibilitas, fleksibilitas, dan distribusi lintas-perangkat sebagai respons terhadap kebutuhan pengguna dan perkembangan teknologi kesehatan mental.
Copyrights © 2025