Bandar Udara Internasional Yogyakarta (YIA) merupakan Proyek Strategis Nasional yang esensial bagi pertumbuhan ekonomi dan berfungsi sebagai katalisator sektor pariwisata dan logistik. Namun, keberlangsungan operasionalnya dihadapkan pada tantangan hidrologis berupa risiko banjir yang signifikan di lokasinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi hidraulika sistem drainase di sekitar YIA melalui pemodelan numerik HEC-RAS, dengan membandingkan hasil simulasi terhadap kondisi faktual di lapangan. Studi kasus difokuskan pada Saluran Drainase Ledeng dan Saluran Drainase Jelantoro, menggunakan data geometri dan debit banjir sebagai input utama. Hasil simulasi menunjukkan bahwa luapan banjir signifikan tidak terjadi pada kedua saluran tersebut. Temuan ini sangat bertentangan dengan data pengamatan lapangan dan laporan warga yang justru mengonfirmasi terjadinya genangan secara rutin pada musim penghujan. Analisis lebih lanjut menyimpulkan bahwa diskrepansi ini disebabkan oleh model yang kurang komprehensif, karena tidak menyertakan masukan debit dari sistem sungai lain yang terhubung. Studi ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan holistik dalam pemodelan hidraulika untuk menghasilkan prediksi risiko banjir yang akurat.
Copyrights © 2025