Lanskap perniagaan yang diperluas oleh teknologi digital turut membawa inklusivtias di dalamnya. Salah satunya tumbuh melalui platform-platform niaga digital yang dapat diakses dan menjadi peluang bagi para agen dan konsumen dalam bertransaksi secara instan dan bebas. Produk ruqyah ialah salah satu yang menjadi fenomena bagaimana citra spiritualitas berhasil merebut antusiasme pelanggan melalui stimulus tampilan bernuansa religi – di mana desain ialah perangkat kerja yang mampu mengatribusikan nilai-nilai itu secara persuasif. Studi ini bertujuan untuk melihat dari perspektif desain tentang seberapa jauh membentuk framing dan bagaimana citra tersebut mampu membentuk realitas masyarakatnya dalam interaksi simbolik. Melalui metode kualitatif, yang datanya diperoleh melalui platform niaga digital untuk kemudian dibongkar secara teoretis sebagai pemetaan pola dan kecenderungan potensi masalahnya ke dalam interpretasi teks. Melalui penelusuran latar belakang sebab-muasalnya, kajian menunjukkan bahwa fenomena ini mempunyai dampak kepengaruhan yang kuat, terutama pada cara pemaknaan citra spiritualitas yang profan, agresif dan semakin disruptif. Spiritualitas menjadi sebuah imaji yang setara dengan nilai materialistiknya yang kerap disakralisasi dan menjadikannya sebagai konsumsi budaya harian, di mana hiperealitas menjadi suatu kunci untuk mencerna kesadaran-kesadaran itu. Harapan terbaik adalah agar bagaimana penelitian yang sederhana ini mampu memberikan pengembangan diskursus terkait desain yang terhubung dengan humaniora – terutama kondisi dan perilaku sosial-budaya di tengah arus digital di hari ini.
Copyrights © 2025