Sektor pertanian memainkan peran strategis dalam perekonomian daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi nilai produksi sebagai langkah menuju hilirisasi pertanian di Kabupaten Garut. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini mencakup jumlah unit usaha, tenaga kerja, investasi, dan nilai produksi pertanian, yang diperoleh dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Garut untuk periode 2003-2023. Dengan menggunakan pendekatan regresi Ordinary Least Squares (OLS), penelitian ini menganalisis hubungan antara jumlah unit usaha, tenaga kerja, dan investasi terhadap nilai produksi pertanian. Uji stasioneritas dilakukan menggunakan metode Augmented Dickey-Fuller (ADF) untuk memastikan data bersifat stasioner, serta pengujian asumsi klasik untuk memastikan validitas model. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel jumlah unit usaha, tenaga kerja, dan investasi secara bersama-sama memberikan kontribusi signifikan terhadap nilai produksi pertanian di Kabupaten Garut, dengan model regresi mampu menjelaskan 86,61% variasi nilai produksi. Secara spesifik, peningkatan jumlah unit usaha dan penggunaan bahan baku memberikan pengaruh positif yang signifikan, sementara peningkatan tenaga kerja dan investasi menunjukkan hasil yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi pengelolaan yang tepat dalam sektor pertanian untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Copyrights © 2025