Besi oksida dapat dikategorikan dalam beberapa jenis dan terbentuk melalui berbagai metode. Tiga prosedur umum untuk memperoleh oksida besi yaitu proses korosi, proses kimia basah, dan proses elektrolisis. Proses elektrolisis secara signifikan dipengaruhi oleh tegangan dan arus listrik yang diterapkan. Oleh karena itu memahami sifat-sifat oksida besi yang dihasilkan selama elektrolisis sangat penting. Pengaruh kuantitas listrik pada laju oksidasi memerlukan penyelidikan untuk menentukan parameter yang sesuai. Namun demikian, karakteristiknya harus dievaluasi menggunakan beberapa metode, termasuk pengujian XRF (X-Ray Fluorescence) yang merupakan teknik analisis untuk menentukan komposisi unsur dari sampel. Untuk menentukan jenis oksida besi, perbandingan sifat fisik setiap sampel sangat penting. Bentuk alami Fe2O3 disebut sebagai hematit, sedangkan Fe3O4 dikenal sebagai magnetit. Keduanya adalah oksida besi dengan warna berbeda; Fe2O3 biasanya berwarna coklat muda atau coklat kemerahan. Fe3O4 biasanya menunjukkan rona gelap atau coklat kehitaman. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa sampel yang dielektrolisis termasuk dalam kategori hematit berdasarkan warnanya, sedangkan sampel yang dihasilkan dari korosi alami lebih mirip dengan magnetit. Data uji XRF menunjukkan konsentrasi oksida 27,8% berat dalam sampel yang dielektrolisis. Fluktuasi tegangan dan arus selama proses elektrolisis hampir tidak mempengaruhi kandungan oksida yang dihasilkan.
Copyrights © 2025