Penelitian ini membahas fenomena komodifikasi budaya tradisional oleh media massa dalam konteks globalisasi dan modernisasi yang semakin mendominasi kehidupan masyarakat. Budaya tradisional, sebagai identitas kolektif dan warisan nilai-nilai historis, kini menghadapi tantangan berupa penurunan relevansi serta perubahan makna akibat keterlibatan media dalam representasinya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, penelitian ini mengkaji bagaimana media mengubah elemen-elemen budaya menjadi produk komersial yang dapat dikonsumsi publik, sering kali dengan mengabaikan konteks spiritual, sosial, dan historisnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa media berperan ganda sebagai saluran penyebar budaya sekaligus agen komersialisasi, yang berdampak pada penguatan stereotip, penyederhanaan makna, dan hilangnya otentisitas budaya. Namun demikian, komodifikasi tidak selalu berdampak negatif. Jika dilakukan secara etis dan melibatkan komunitas lokal, praktik ini dapat menjadi sarana revitalisasi dan pelestarian budaya di tengah arus modernisasi. Oleh karena itu, keterlibatan aktif masyarakat, literasi budaya, dan tanggung jawab etis media menjadi kunci dalam menyeimbangkan antara promosi dan pelestarian budaya tradisional. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi, kolaborasi antara media dan komunitas budaya, serta edukasi publik untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai budaya lokal.
Copyrights © 2025