Sistem patriarki telah membatasi peran gender laki-laki ke dalam budaya maskulin yang negatif. Budaya tersebutlah yang juga telah berdampak terhadap langgengnya tindak kekerasan dan ketidaksetaraan gender hingga sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi maskulinitas positif, sebagai lawan dari maskulinitas negatif, pada akun @lakilakibaru, sekaligus untuk membongkar mitos keberuntungan laki-laki yang sering ditonjolkan dalam sistem patriarki. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dan analisis konten akun instagram @lakilakibaru dengan memanfaatkan teori representasi Stuart Hall dan semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan representasi maskulinitas positif pada akun @lakilakibaru mewujud pada penggambaran laki-laki sejati yang diidealkan Aliansi Laki-laki Baru dalam setiap postingannya, meliputi : 1.) ia yang mau berbagi peran dalam keluarga atau rumah tangga, 2.) yang senantiasa bersikap suportif terhadap perempuan, baik terhadap pilihannya maupun cita-citanya, 3.) mau mengembangkan bentuk komunikasi yang terbuka, adil, dan jujur terhadap pasangan atau orang lain, serta 4.) berani menolak segala tindak kekerasan berbasis gender. Penelitian ini menegaskan bahwa laki-laki tidak harus selalu melekat pada standar maskulinitas yang selama ini berkembang. Sebab, maskulinitas hegemonik di masyarakat nyatanya juga menjebak kaum laki-laki untuk mengorbankan fitrahnya sebagai subjek yang juga berhak setara dan merdeka sebagaimana perempuan.
Copyrights © 2025