Modal mendasar membentuk manusia yang mempunyai kualitas diawali sedari anak masih di kandungan serta melalui memberikannya ASI pada saat masih bayi, khsusunya memberikan ASI ekslusif. Usaha yang bisa dijalankan guna memicu rangsangan hormon prolaktin dan oksitosin terhadap ibu selepas bersalin ialah melalui upaya menciptakan rasa rileks melalui pijatan guna merangsang saraf sel-sel pada payudara. Penelitian ini ditujukan dalam rangka menyelidiki pengaruh pijat oksitosin terhadap kelancaran pengeluaran asi yang dialami ibu postpartum di Klinik Pratama Kasih Ibu. Metode penelitiannya mempergunakan quasy eksperiment dan pendekatannya berupa one group pretest-posttest. Populasi ibu postpartum sesuai dengan kriteria inklusi berjumlah 20 responden. Instrumen untuk pengumpulan data adalah lembaran observasi, dan guna menyelidiki apakah hipotesis diterima ataukah ditolak mempergunakan uji hipotesis dengan wilcoxon karena tidak berdistribusi normal . Hasil penelitian sebelum intervensi sebagian besar ibu merasakan pengeluaran ASI kurang lancar sejumlah 20 orang (100.0%) dan sesudah intervensi sebagian besar ibu merasakan pengeluaran ASI lancar sejumlah 13 orang (65,0%) dan nilai uji Wilcoxon (p= 0,000). Simpulannya, terdapat pengaruh pijat oksitosin kepada kelancaran pengeluaran asi yang dialami ibu postpartum di Klinik Pratama Kasih Ibu Deli Tua Tahun 2024. Diharapkanibu postpartum dapat melaksanakan pijat oksitosin guna mendorong tingkat produkasi ASI dan untuk studi berikutnya bisa mengembangkan temuan melalui terapi nonfarmakologi lain seperti pemberian buah pepaya, susu kedelai, daun katuk untuk mendorong tingkat produksi ASI.
Copyrights © 2025