Abstrak — Pembiayaan dalam sektor kesehatan memiliki peran strategis dalam mewujudkan layanan kesehatan yang merata dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Di Indonesia, sistem pembayaran berbasis Indonesia Case-Based Groups (INA-CBGs) diterapkan sebagai mekanisme pembiayaan dalam Program JKN. Namun demikian, penerapannya kerap memunculkan ketidaksesuaian antara tarif yang ditetapkan dengan biaya nyata yang dikeluarkan rumah sakit, terutama pada layanan rawat inap. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh lama rawat inap (Length of Stay/LOS) dan kelas perawatan terhadap diskrepansi tarif BPJS di RSUP Surakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kausal dengan menganalisis 1401 dokumen klaim rawat inap pasien BPJS pada triwulan IV tahun 2024 yang dipilih secara purposive. Diskrepansi tarif ditetapkan sebagai variabel dependen, sedangkan LOS dan kelas perawatan menjadi variabel independennya. Hasil analisis statistik melalui uji Wald menunjukkan bahwa LOS memiliki pengaruh signifikan terhadap diskrepansi tarif BPJS (thitung = 78,909 > ttabel = 1,9617; p = 0,000 < 0,05). Sementara itu, kelas perawatan tidak memberikan dampak signifikan (p = 0,673 > 0,05). Hasil tersebut mengindikasikan bahwa lamanya pasien menjalani perawatan merupakan faktor signifikan yang berkontribusi terhadap terjadinya selisih tarif, yang berpotensi memengaruhi efisiensi pengelolaan keuangan rumah sakit Kata kunci – Length Of Stay, Kelas Perawatan, diskrepansi tarif, INA-CBGs
Copyrights © 2025