Latar Belakang: Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh lansia adalah penurunan kemampuan tubuh untuk menjaga keseimbangan, khususnya keseimbangan dinamis, yaitu kemampuan untuk mempertahankan stabilitas saat bergerak atau beraktivitas. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lansia adalah individu yang berusia 60 tahun ke atas. Seiring bertambahnya usia, berbagai fungsi tubuh mengalami penurunan, termasuk kekuatan otot, fleksibilitas sendi, dan fungsi sensorik, yang semuanya berkontribusi pada gangguan keseimbangan. Keseimbangan dinamis sangat penting untuk mencegah terjadinya jatuh, yang merupakan masalah utama bagi lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Tandem Walking Exercise terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan model pre dan post. Partisipan sebanyak 15 diperiksa menggunakan purposive sampling. Variabel terikat adalah keseimbangan diukur dengan TUG. Analisa univariat dan bivariat menggunakan paired sample t-test. Intervesi fisioterapi Tandem Walking Exercise 2 kali seminggu selama 4 minggu. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keseimbangan dinamis, dengan rata-rata skor TUG Test yang menurun dari 19,87 (sebelum intervensi) menjadi 18,27 (setelah intervensi) dan analisis statistik menunjukkan hasil signifikan dimana p value = 0,001. Kesimpulan: Tandem Walking Exercise secara signifikan berpengaruh terhadap peningkatan keseimbangan dinamis pada lansia di RS Bhayangkara TK. I Pusdokkes Polri.
Copyrights © 2025