Jambu kristal merupakan buah populer dengan tekstur renyah, rasa manis, dan memiliki sedikit biji dibandingkan varietas jambu lainnya. Namun, buah ini memiliki umur simpan yang pendek sekitar 2-7 hari, sehingga perlu dilakukanupaya untuk mempertahankan kualitas jambu kristal melalui aplikasi pelapis edibel. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat pelapis edibel dari kitosan dan ekstrak daun salam serta mengevaluasi aplikasi pelapis edibel tersebut terhadap sifat sikokimia jambu kristal selama penyimpanan. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap dua faktor, dimana faktor pertama yaitu konsentrasi kitosan (1% dan 2%) sedangkan faktor kedua yaitu konsentrasi ekstrak daun salam (0%, 5% dan 15%). Sebanyak 6 formulasi pelapis edibel diaplikasikan untuk jambu kristal menggunakan metode pencelupan sebelum disimpan selama 12 hari pada suhu ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kitosan dan ekstrak daun salam berpengaruh nyata (p < 0.05) terhadap viskositas, aktivitas antioksidan, dan sifat antimikroba dari larutan pelapis edibel yang dihasilkan. Selain itu, aplikasi pelapis edibel mempengaruhi parameter susut bobot, tekstur, total padatan terlarut, dan penampakan sik buah jambu kristal. Kesimpulannya, pelapis edibel dengan formulasi kitosan 2% + ekstrak daun salam 15% menunjukkan potensi terbaik dalam mempertahankan kualitas jambu kristal selama penyimpanan.
Copyrights © 2025