ABSTRAK Pendahuluan : Anemia adalah suatu kondisi dimana kadar hemoglobin dalam darah lebih rendah dari normal atau mengalami penurunan. Anemia disebabkan oleh kekurangan zat gizi, pendarahan yang berlebih dan hemolitik. Pemeriksaan anemia pada remaja putri dilakukan dengan pemeriksaan kadar hemoglobin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan protein dan zat besi dengan anemia pada remaja putri di SMA Negeri 5 Pematangsiantar. Bahan dan Metode: Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah SMA Negeri 5 Pematangsiantar pada bulan Juni - Juli 2024. Penelitian ini menggunkan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah remaja putri kelas XI MIPA di sekolah SMA Negeri 5 Pematangsiantar. Teknik pengambilan sampel dengan menggunkan teknik total sampling dengan total sampel sebanyak 58 orang. Teknik pengumpulan data menggunkan kuesioner Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dan pemeriksaan kadar hemoglobin menggunkan Easy Touch GCHb. Teknik analisis bivariate menggunkan uji korelasi Spearman-rank dan analisis multivariate menggunkan Regresi Linear Berganda. Kesimpulan: Terbanyak menunjukkan kategori asupan protein sangat kurang sebesar 43,1%. Zat besi pada remaja putri dengan kategori kurang sebesar 74,1%. Remaja putri yang mengalami anemia sebanyak 62,1%. Hasil analisis korelasi Spearman-rank pada variabel asupan protein dan zat besi menunjukan ada hubungan yang positif dan signifikan dengan anemia didapat nilai asupan protein p =0,016 dan zat besi (p = 0,009). Hasil uji Regresi Linier Berganda menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara asupan protein dan zat besi dengan anemia diuji secara bersama-sama dengan nilai p = 0,661 (asupan protein) dan p = 0,241 (zat besi). Saran dari peneliti Disarankan bagi pihak orang tua untuk memastikan anak mengkonsumsi makanan seimbang yang memerlukan kebutuhan nutrisinya, dan bagi remaja putri dianjurkan untuk meningkatkan jumlah asupan protein dan zat besi. Kata kunci : Asupan Protein, Zat Besi, Anemia, Remaja Putri. ABSTRACT Introduction: Anemia is a condition in which the hemoglobin level in the blood is lower than normal or decreases. Anemia is caused by nutritional deficiencies, excessive bleeding and hemolysis. Examination of anemia in adolescent girls is carried out by examining hemoglobin levels. Objective: This study aims to determine the relationship between protein and iron intake and anemia in adolescent girls at SMA Negeri 5 Pematangsiantar. Materials and Methods: This study was conducted at SMA Negeri 5 Pematangsiantar in June - July 2024. This study used a cross-sectional design. The population of this study were adolescent girls in grade XI MIPA at SMA Negeri 5 Pematangsiantar. The sampling technique used the total sampling technique with a total sample of 58 people. The data collection technique used the Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) questionnaire and hemoglobin level examination used Easy Touch GCHb. The bivariate analysis technique used the Spearman-rank correlation test and multivariate analysis used Multiple Linear Regression. Conclusion: Most showed a very low protein intake category of 43.1%. Iron in adolescent girls with a low category of 74.1%. Adolescent girls who experience anemia are 62.1%. The results of the Spearman-rank correlation analysis on the variables of protein and iron intake showed a positive and significant relationship with anemia obtained a protein intake value of p = 0.016 and iron (p = 0.009). The results of the Multiple Linear Regression test showed no significant relationship between protein and iron intake with anemia tested together with a value of p = 0.661 (protein intake) and p = 0.241 (iron). Suggestions from researchers It is recommended for parents to ensure that their children consume a balanced diet that meets their nutritional needs, and for adolescent girls it is recommended to increase the amount of protein and iron intake. Keywords: Protein Intake, Iron, Anemia, Adolescent Girls
Copyrights © 2025