Artikel ini mengkaji peran etika dan spiritualitas dalam teori produksi ekonomi Islam untuk mendorong produktivitas berkelanjutan. Menggunakan metode studi pustaka, penelitian ini menganalisis literatur terkait konsep etika, spiritualitas, dan perbandingannya dengan pendekatan konvensional. Hasil kajian menunjukkan bahwa produksi dalam Islam tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga mengedepankan nilai tauhid, keadilan, dan maslahat. Produksi diposisikan sebagai ibadah dan amanah, yang menggabungkan kepentingan ekonomi, sosial, lingkungan, dan moral. Nilai-nilai Islam berpotensi menciptakan dampak yang lebih luas dari sekadar keuntungan material. Namun, penerapannya masih menghadapi tantangan seperti rendahnya kesadaran pelaku usaha, lemahnya regulasi berbasis syariah, dan kuatnya dominasi sistem kapitalisme modern. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan strategis untuk menginternalisasi prinsip Islam dalam praktik produksi.
Copyrights © 2025