Kondisi ekonomi Indonesia yang fluktuatif menjadi tantangan bagi pelaku bisnis, terutama di sektor batu bara, yang terdampak oleh komitmen transisi energi dalam “Leaders Declaration” KTT G20. Komitmen ini mendorong Indonesia menuju target net zero emission, dengan mengurangi ketergantungan pada batu bara sebagai penyumbang emisi karbon. Perubahan kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran atas kelangsungan hidup perusahaan batu bara, sehingga relevansi opini audit going concern menjadi penting. Opini audit going concern merupakan penilaian auditor atas kemampuan perusahaan mempertahankan kelangsungan usaha, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Opini Audit Tahun Lalu, Leverage, Kinerja Keuangan (ROA), Ukuran Kantor Akuntan Publik, Dan Firm Size terhadap Opini Audit Going Concern. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data sekunder time series tahun 2020–2023, mencakup 72 sampel. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier berganda, dengan uji t dan uji F sebagai pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Opini Audit Tahun Lalu dan Kinerja Keuangan (ROA) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap opini audit going concern. Secara simultan, kelima variabel tersebut berpengaruh signifikan, dengan koefisien determinasi sebesar 21,8%.
Copyrights © 2025