Usaha Mikro Kecil Menengah memiliki standar dalam penyusunan laporan keuangan yang menjadi pedoman yaitu SAK EMKM. Kebanyakan pelaku UMKM yang belum menerapkan SAK EMKM ini disebabkan belum mengetahui standar tersebut atau berbagai hambatan lain yang dihadapi. Maka penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan menganalisis persepsi pelaku EMKM yaitu CV Firdilla Zenaf mengenai SAK EMKM, hambatan dalam penerapannya, dan respon terhadap SAK EMKM apakah akan menerapkan atau tidak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan proses pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah CV Firdilla Zenaf memiliki persepsi yang positif mengenai SAK EMKM karena dapat menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan standar, bisa dijadikan bahan evaluasi dalam pertimbangan pengambilan keputusan, dan laporan keuangan bisa lebih rapi dan sistematis. Untuk hambatan yang dialaminya yaitu kurangnya pemahaman mengenai SAK EMKM, minimnya sumber daya manusia yang kompeten, dan minimnya sosialisasi lembaga terkait. Respon yang diberikan CV Firdilla Zenaf juga positif karena siap untuk mencoba menerapkan SAK EMKM secara menyeluruh apabila ada pendampingan dalam penyusunannya, karena baru menyusun laporan laba rugi dan neraca atau laporan posisi keuangan.
Copyrights © 2025