Perayaan Imlek merupakan peristiwa yang penting dalam budaya Tionghoa yang dipenuhi dengan tradisi, simbolisme, dan kepercayaan. Selain sebagai momen untuk merayakan pergantian tahun dalam kalender Tionghoa, perayaan Imlek juga menjadi ajang untuk memperkuat ikatan keluarga, menghormati leluhur, dan menghormati dewa-dewa. Salah satu tradisi yang menarik dan unik adalah mandi bersama di Sumur Tujuh Beringin Kurung. Sumur tersebut diyakini memiliki kekuatan magis yang dapat memberikan keselamatan, kesehatan, dan keberuntungan bagi para pelakunya. Mandi bersama di Sumur Tujuh Beringin Kurung bukan hanya sekedar ritual fisik, tetapi juga memiliki makna spiritual yang dalam bagi masyarakat Tionghoa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menulusuri lebih dalam simbolisme dan mitos yang terkait dengan tradisi mandi bersama di Sumur Tujuh Beringin Kurung dalam perayaan Imlek. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang melibatkan observasi partisipatif dan wawancara dengan tokoh masyarakat setempat yang masih mempraktikkan tradisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi mandi bersama di Sumur Tujuh Beringin Kurung masih dijalankan oleh masyarakat Tionghoa sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan upaya untuk memperoleh berkah dari dewa-dewa serta memberikan pemahaman lebih dalam tentang bagaimana tradisi ini memperkuat identitas budaya dan spiritualitas masyarakat Tionghoa.
Copyrights © 2025