Ringkasan: Latar Belakang: Integrasi aspek spiritual dalam budaya caring perawat di rumah sakit masih terbatas, sementara pendekatan socioecological model jarang digunakan untuk memperkuat budaya caring keperawatan. Hambatan pelayanan spiritual mencakup ketidakpahaman perawat, kurangnya dukungan organisasi, dan terbatasnya sarana prasarana spiritual care. Tujuan: Mengeksplorasi strategi membangun budaya caring perawat berbasis pelayanan spiritual care melalui pendekatan socioecological model dalam setting rumah sakit. Metode: Studi fenomenologi dengan wawancara mendalam terhadap 19 partisipan di RS Benyamin Guluh Kolaka. Data dianalisis menggunakan teknik Colaizzi dan diklasifikasikan berdasarkan lima level socioecological model. Hasil: Teridentifikasi lima strategi utama: intrapersonal (kesadaran kebutuhan spiritual pasien), interpersonal (dukungan keluarga dan perawat), komunitas (budaya saling membantu), organisasi (kebutuhan SDM dan fasilitas), dan kebijakan (belum ada regulasi spiritual care). Temuan menunjukkan praktik spiritual care membutuhkan dukungan multilevel sistematis. Simpulan: Strategi budaya caring dalam spiritual care berakar pada nilai budaya lokal melalui pendekatan multilevel socioecological model dengan tantangan utama kurangnya kebijakan mendukung. Saran: Diperlukan pendekatan komprehensif mulai edukasi individu, pelatihan tenaga kesehatan, pemberdayaan komunitas, hingga advokasi kebijakan untuk memperkuat praktik spiritual care berbasis budaya caring.
Copyrights © 2025