Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh karakteristik sensoris terhadap tingkat penerimaan konsumen terhadap produk yoghurt berbasis susu kedelai pada berbagai kelompok demografis. Produk ini dipilih karena potensinya sebagai alternatif pangan fungsional nabati yang sesuai bagi konsumen dengan intoleransi laktosa, alergi susu, atau yang menjalani pola makan berbasis vegan. Penelitian menggunakan pendekatan analisis deskriptif kuantitatif yang diperoleh melalui kuesioner. Sebanyak 50 responden dari berbagai rentang usia dan jenis kelamin terlibat dalam penelitian ini dan memberikan penilaian terhadap aspek rasa, aroma, tekstur serta persepsi terhadap harga produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik aroma dan tekstur memperoleh respons positif, dengan mayoritas responden menempatkannya pada katagori “baik”. Sebaliknya, atribut rasa mendapat penilaian yang lebih beragam, dengan banyak responden mengeluhkan rasa kedelai yang terlalu kuat, asam yang terlalu kuat dan hilangnya keseimbangan rasa manis. Uji Chi-Square tidak menunjukkan hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan tingkat penerimaan terhadap produk. Disisi harga, sebanyak 68% responden menilai kisaran Rp 5.000-Rp. 10.000 sebagai harga yang lebih pantas. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa yoghurt susu kedelai memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai produk komersial. Namun, diperlukan upaya normalisasi agar produk ini dapat diterima lebih luas oleh pasar sasaran.
Copyrights © 2025