Skizofrenia adalah salah satu gangguan jiwa berat yang ditandai dengan perubahan dalam berpikir, afek, dan perilaku, dan berpotensi mengganggu kehidupan sosial dan fungsional penderitanya. Terapi utama untuk kondisi ini adalah pemberian obat antipsikotik, meskipun penggunaannya sering kali disertai dengan efek samping, seperti sindrom ekstrapiramidal (EPS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan antipsikotik dengan kejadian EPS pada pasien skizofrenia di RSJD Atma Husada Mahakam Samarinda. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan pengumpulan data secara prospektif melalui wawancara dan rekam medis pasien. Hasil penelitian ini dari 60 sampel penelitian didapatkan bahwa laki-laki 34 (57%), di usia dewasa awal yaitu 25-35 tahun sebanyak , dengan tingkat Pendidikan Dasar (0-9 Tahun) sebanyak 30 (50%) dengan yang tidak bekerja sebesar 45 (75%) pasien dan jumlah yang bekerja sebanyak 15 (25%) pasien, belum menikah sebanyak 41 (68%), tipe skizofrenia paranoid (F20.0) dengan jumlah kasus 37 (62%), dengan pengobatan paling banyak antipsikotik kombinasi. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,891 (> 0,05), yang mengindikasikan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan antipsikotik dengan kejadian EPS.
Copyrights © 2025