Derajat keasaman (pH) saliva yang rendah akan memudahkan pertumbuhan kuman asidogenik dan membuat email gigi terkikis. Selain itu pH rendah dapat menyebabkan iritasi pada jaringan lunak rongga mulut seperti gingiva, mukosa dan lidah. Bentonit merupakan tanah liat alami mengandung montmorilonit yang dapat menyerap ion H+ dan melepaskan ion OH- pada larutan, mengandung oksida alkali, serta memiliki ph 7- 9. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan bentonit terhadap perubahan pH pada saliva. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan desain penelitian posttest control group design. Pada penelitian ini terdapat 4 kelompok konsentrasi larutan bentonit, yaitu kelompok A (larutan bentonit 5%), kelompok B (larutan bentonit 10%), kelompok C (larutan bentonit 20%), dan kelompok D (larutan bentonit 40%) dengan pengulangan sebanyak 6 kali. Saliva buatan pH 5,5 ditambahkan dengan larutan bentonit konsentrasi 5%, 10%, 20%, dan 40% untuk melihat perubahan pH saliva pada masing-masing kelompok. Hasil pengukuran perubahan pH diuji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk (p>0,05) dan uji homogenitas Levene’s Test (p>0,05) serta dianalisis menggunakan uji One Way Anova (p<0,05). Analisis uji LSD menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara masing-masing kelompok (?<0,05). Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian larutan bentonit konsentrasi 5-40% dapat menaikkan derajat keasaman saliva.
Copyrights © 2025