Pengukuran kinerja keuangan perusahaan manufaktur di Indonesia sering kali menghadapi permasalahan berkaitan Perusahaan yang tidak dapat mengelola biaya secara efisien akan mengalami penurunan margin keuntungan, yang berdampak negatif pada kinerja keuangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh indikator keuangan terdiri dari: Return on Assets (ROA), Net Profit Margin (NPM), Current Ratio (CR), dan Debt to Equity Ratio (DER), dan Ukuran Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan serta penggunaan Teori Agensi, yang menjelaskan hubungan antara pemilik perusahaan (principal) dan manajer (agent). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang dilakukan menggunakan sample perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI sebanyak 19 sample, dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menemukan bahwa CR, DER, dan NPM berpengaruh terhadap kinerja keuangan, sedangkan, ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Impikasi pada penelitian ini menemukan bahwa perusahaan yang mampu menjaga likuiditas yang sehat (CR), mengelola struktur pembiayaan dengan baik (DER), dan mempertahankan margin keuntungan yang optimal (NPM) cenderung memiliki kinerja keuangan yang lebih baik. Sebaliknya, ukuran perusahaan yang tidak terbukti berpengaruh terhadap kinerja keuangan menunjukkan bahwa faktor-faktor internal yang lebih terkait dengan efisiensi operasional dan pengelolaan keuangan lebih dominan daripada hanya ukuran perusahaan itu sendiri. Perusahaan manufaktur perlu fokus pada pengelolaan rasio keuangan tersebut untuk meningkatkan profitabilitas dan stabilitas keuangan, serta meminimalkan risiko yang dapat merugikan kinerja perusahaan
Copyrights © 2025