Pulau Timor Barat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki keragaman kuliner khas yang menggambarkan kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakatnya. Salah satu kuliner tradisional di NTT yang belum banyak dikenal adalah laku tobe, yang terbuat dari bahan utama singkong yang diolah menjadi tepung gaplek, yang dikombinasikan dengan kelapa parut, dan gula merah sebagai pembentuk cita rasa. Laku tobe umumnya disajikan pada upacara adat dan memiliki bentuk kerucut menyerupai tumpeng kecil, serta cita rasa gurih dan manis. Namun, informasi mengenai komposisi bahan penyusun dan metode pembuatan laku tobe masih sangat terbatas. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk memberikan informasi mengenai komposisi bahan penyusun dan proses pembuatan laku tobe secara tradisional yang banyak dilakukan oleh Masyarakat Timor, NTT secara singkat melalui tinjauan berbagai sumber pustaka dari tahun 1991-2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa laku tobe memiliki potensi untuk dikembangkan dalam konteks pangan etnik dan dapat dikenalkan secara luas dengan tetap mempertahankan unsur tradisional dan nilai gizi yang lebih optimal. Harapannya, laku tobe dapat menjadi ikon kuliner dari NTT yang dikenal di tingkat nasional dan internasional.
Copyrights © 2024