Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana fenomena bullying yang ada pada film pendek Langit Tak Selamanya Abu-abu karya sutradara Rukiki Mariana. Untuk menganalisis film pendek Langit Tak Selamanya Abu-abu peneliti menggunakan teori semiotika model Roland Barthes untuk menemukan makna secara denotasi, konotasi, dan mitos. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam film pendek Langit Tak Selamanya Abu-abu terdapat tujuh scene yang menggambarkan tindakan bullying yang dilakukan oleh tiga murid kepada gurunya di lingkungan sekolah. Fenomena bullying dalam film tersebut terjadi dikarenakan seseorang memiliki suatu kekurangan yaitu keterbatasan dalam berbicara atau gagap yang membuat dirinya menjadi korban bullying. Tindakan bullying yang ditampilkan dalam film tersebut terbagi menjadi tiga bentuk yaitu bullying verbal, bullying fisik dan cyberbullying. Film pendek Langit Tak Selamanya Abu-abu menjadi sebuah pembelajaran bahwa fenomena bullying dapat terjadi kepada siapapun dan apapun bentuknya, tindakan bullying tidak dapat dibenarkan sama sekali.
Copyrights © 2025