Pembajakan akun WhatsApp merupakan salah satu ancaman keamanan siber yang semakin marak terjadi, terutama melalui rekayasa sosial dan penyalahgunaan kode One-Time Password (OTP). Studi ini meneliti penerapan Zero Trust Architecture (ZTA) sebagai pendekatan mitigasi untuk ancaman tersebut. Dengan prinsip “never trust, always verify,” ZTA diterapkan melalui autentikasi multifaktor (MFA), validasi perangkat, segmentasi akses, dan monitoring berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ZTA mampu menurunkan risiko pembajakan akun secara signifikan. Penggunaan MFA dan verifikasi identitas kontekstual terbukti efektif dalam mencegah akses tidak sah, bahkan ketika informasi OTP telah bocor. Selain itu, pemantauan perilaku pengguna secara real-time memberikan respons cepat terhadap aktivitas mencurigakan. Studi ini juga mencatat peningkatan kesadaran pengguna terhadap praktik keamanan digital sebagai dampak positif penerapan ZTA. Kesimpulannya, integrasi Zero Trust Architecture dalam sistem keamanan aplikasi perpesanan seperti WhatsApp dapat menjadi strategi yang efektif dalam meminimalkan ancaman pembajakan akun. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan Zero Trust Architecture dalam mitigasi pembajakan akun WhatsApp, serta bagaimana konsep tersebut dapat meningkatkan keamanan autentikasi dan komunikasi pengguna WhatsApp.
Copyrights © 2025