Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan utama di Indonesia, dengan produksi mencapai 15,21 juta ton pada tahun 2024. Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan budidaya Jagung yaitu intensitas cahaya, yang sangat penting untuk proses fotosintesis. Apabila intensitas cahaya rendah, enzim-enzim fotosintesis yang berperan dalam fiksasi CO2 pada proses fotosintesis akan berkurang sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi Jagung. Untuk mengatasi masalah tersebut, salah satu teknik yang dapat digunakan adalah dengan pengaturan jarak tanam. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menentukan jarak tanam optimal pada Jagung lokal Situbondo agar dapat mencapai hasil produksi yang optimal. Penelitian dilakukan di lahan percobaan di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan jarak tanam yang diuji meliputi: P1 (20 x 45 cm), P2 (20 x 60 cm), dan P3 (20 x 75 cm). Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), dan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antar perlakuan, digunakan uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam berpengaruh tidak signifikan terhadap pertumbuhan tanaman, namun berpengaruh signifikan terhadap produksi tanaman Jagung. Produksi optimal Jagung dicapai pada perlakuan jarak tanam 20 x 60 cm.
Copyrights © 2025