Penelitian ini menganalisis efektivitas investasi pendidikan tinggi dari perspektif Analisis Biaya-Manfaat (CBA), dengan landasan kuat pada konsep biaya dan manfaat dari Teori Pilihan Rasional (Rational Choice Theory) James Coleman. Dalam konteks pilihan individu untuk melanjutkan pendidikan, Coleman menekankan bahwa keputusan didasarkan pada perhitungan rasional untuk memaksimalkan manfaat pribadi sambil meminimalkan biaya. Tujuan utama studi ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengukur berbagai dimensi biaya dan manfaat pendidikan tinggi, baik yang bersifat moneter maupun non-moneter, bagi mahasiswa di Indonesia. Dari sudut pandang akuntansi, penelitian ini secara cermat menghitung biaya finansial langsung (misalnya, uang kuliah, biaya hidup) dan biaya peluang (kehilangan pendapatan). Sementara itu, perspektif sosiologi digunakan untuk mengeksplorasi manfaat non-moneter seperti peningkatan modal sosial, mobilitas sosial, dan akses ke jaringan profesional, yang juga merupakan bagian dari kalkulasi rasional individu menurut Coleman. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui survei daring yang melibatkan mahasiswa dan alumni dari berbagai latar belakang universitas di Indonesia. Data yang dikumpulkan mencakup riwayat pengeluaran pendidikan, pendapatan sebelum dan sesudah kuliah, serta persepsi subjektif mengenai keuntungan sosial dan personal. Hasil penelitian awal menunjukkan bahwa, meskipun biaya finansial awal pendidikan tinggi tergolong tinggi, manfaat jangka panjang yang dirasakan—baik dalam bentuk peningkatan pendapatan maupun peningkatan status sosial dan peluang—umumnya melampaui biaya tersebut, memvalidasi asumsi dasar teori pilihan rasional.
Copyrights © 2025