Khasiat ASI begitu besar, namun tidak banyak ibu yang mau atau bersedia memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan seperti yang disarankan organisasi kesehatan dunia (WHO). Selain itu Ibu takut bentuk payudara rusak apabila menyusui dan kecantikannya akan hilang. Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisa hubungan pengetahuan ibu menyusui ASI dengan Body Image Di BPS S. Sinande Ds.Merjoyo.Desain penelitian yang digunakan adalah desain analitik cross sectional. Populasi yang diteliti adalah 34 dengan 15 sampel dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Untuk variable independent ( pengetahuan ibu tentang menyusui ASI ) didapatkan 6 responden (40%) berpengetahuan baik, 6 responden (40%) berpengetahuan cukup, 3 responden (20%) berpengetahuan kurang. Sedangkan variabel dependent ( body image ) didapatkan 11 responden (73%) positif dan 4 responden (27%) negatif.Hasil penelitian diolah dengan tabulasi silang, dari 15 responden terdapat 6 responden (40%) pengetahuan baik dan body image positif, 5 responden (33%) pengetahuan cukup dan body image positif, 1 responden (7%) pengetahuan cukup dan body image negatif, 3 responden (20%) pengetahuan kurang dan body image negatif. Dari hasil tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan yang baik lebih cenderung membentuk body image yang positif dibandingkan dengan yang berpengetahuan kurang. Sehingga ada hubungan pengetahuan ibu tentang menyusui ASI dengan body image.Berdasarkan hasil penelitian bagi pihak institusi kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dengan memberikan penyuluhan tentang menyusui dan ASI serta body image pada ibu menyusui. Kata kunci : Pengetahuan ibu tentang Menyusui ASI, Body Image .
Copyrights © 2015