Preeklamsia tetap menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal serta neonatal di seluruh dunia. Meskipun telah banyak diteliti, patofisiologi preeklamsia masih belum sepenuhnya dipahami, melibatkan interaksi kompleks antara ketidakseimbangan angiogenik, disregulasi imun, stres oksidatif, dan gangguan plasentasi. Intervensi nutrisi, khususnya suplementasi kalsium dan vitamin D, telah mendapatkan perhatian luas sebagai strategi preventif berbasis bukti. Suplementasi kalsium dosis tinggi terbukti menurunkan insiden preeklamsia, terutama pada populasi dengan asupan kalsium rendah, melalui mekanisme yang melibatkan penghambatan parathyroid hormone (PTH) dan peningkatan vasodilatasi arteriol uterus. Sementara itu, vitamin D memiliki efek imunomodulator dan angiogenik, serta berperan penting dalam menstabilkan fungsi endotel dan menekan ekspresi faktor antiangiogenik seperti soluble fms-like tyrosine kinase-1 (sFlt-1). Artikel ini meninjau secara sistematis bukti-bukti klinis dan molekuler terkini mengenai peran kalsium dan vitamin D dalam pencegahan preeklamsia, serta mengeksplorasi potensi agen farmakologis masa depan, seperti pravastatin, esomeprazole, dan pendekatan berbasis nanopartikel. Selain itu, dibahas pula formulasi nutraseutikal menggunakan Formical-B, yang menunjukkan hasil awal yang menjanjikan dalam menurunkan risiko preeklamsia melalui jalur antioksidan dan modulasi tekanan darah. Tinjauan ini menawarkan perspektif integratif yang menggabungkan intervensi nutrisi dan terapi molekuler sebagai kerangka masa depan pencegahan preeklamsia berbasis personalisasi.
Copyrights © 2025