Konsep bahwa fasia dapat menyimpan memori emosional atau somatik telah memicu perdebatan dalam bidang terapi manual, neurobiologi, dan biofisika. Artikel ini menyelidiki landasan ilmiah di balik hipotesis tersebut dengan meninjau literatur primer dan sekunder dari dua dekade terakhir. Melalui pendekatan multidisipliner yang mencakup neuroanatomi, epigenetik, mekanobiologi, dan biokomunikasi, artikel ini mengusulkan model teoretis yang menjelaskan kemungkinan keterlibatan fasia sebagai penyimpan informasi. Dengan mengintegrasikan konsep neurofascial plasticity, resonansi morfik, dan tensegritas, disertai evaluasi kritis terhadap data empiris, disarankan bahwa meskipun belum ada bukti definitif, kemungkinan adanya sistem penyimpanan memori dalam fasia patut dijelajahi lebih lanjut secara sistematik dan eksperimental.
Copyrights © 2025