Kaidah tafsir tidak dapat dipisahkan dari tafsir al-Quran. Tafsir al-Quran selalu berhubungandengan konteks yang menaungi sebuah masyarakat. Kaidah tafsir mempunyai urgensi wajibdipelajari agar seorang mufassir tidak jatuh pada kesalahan dalam penafsiran. tetapi seringkaliterdapat kaidah-kaidah yang mendapatkan klaim secara sepihak bahwa pendapat ulama salaf wajibdiikuti tanpa membaca keterangan kaidah itu lebih lanjut. Klaim sepihak ini dan pengetahuan yanghanya sekilas dan sifatnya terbatas kulit saja yang kemudian membuat hasil tafsir terperangkapdalam absolutisme. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui semangat eksistensialisme menurutNietzche dan bagaimana kandungan eksistensialisme pada kaidah penafsiran salaf dalam kitabQawaid at-Tafsir Jam’an wa Dirasatan. Artikel ini termasuk jenis penelitian kualitatif denganmenggunakan pendekatan library research dengan menggunakan teori Eksistensialisme Nietzche.Subjek dari penelitian ini adalah kaidah-kaidah penafsiran salaf dalam kitab Qawaid at-Tafsir Jam’anwa Dirasatan. Data akan dikumpulkan menggunakan teknik dokumentasi dan data akan diolahmenggunakan systematic literature review. Hasil dari penelitian ini adalah Ketiga kaidah penafsiran salafdalam Kitab Qawaid at-Tafsir Jam’an wa Dirasatan secara tersirat mengindikasikan adanya semangateksistensialisme. Semangat eksistensialisme meliputi dua hal yaitu menolak absolutisme danmembangkitkan kreatifitas berfikir secara mendalam. Kritik yang dilakukan oleh penulis adalahkritik yang bersifat membangun (konstruktif).
Copyrights © 2022