Sampah organik khususnya sisa makanan, menyumbang proporsi terbesar dalam komposisi timbulan sampah di Kota Banjarmasin, mencapai 39,3% dari total 475 ton sampah harian yang dihasilkan. Penutupan TPAS Basirih menekankan urgensi pengurangan sampah dari sumbernya. Kajian ini bertujuan mengkaji potensi pemanfaatan sampah organik sisa makanan sebagai upaya pengurangan timbulan sampah dan kontribusinya terhadap kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif berdasarkan studi literatur yang berasal dari artikel ilmiah nasional, peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dokumen terkait pengelolaan sampah di Kota Banjarmasin. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengomposan dan pemanfaatan biokonversi skala rumah tangga dan komunitas dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA. Implementasi strategi ini secara luas berpotensi menurunkan beban lingkungan dan risiko kesehatan akibat akumulasi sampah organik. Kajian ini merekomendasikan pendekatan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk membangun sistem pengelolaan sampah organik yang terpadu dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025