Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui respons lapisan tanah akibat perambatan gelombang gempa di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Studi ini diawali dengan investigasi di lapangan pada enam titik. Analisis respons seismik dibangun berdasarkan model perambatan gelombang satu dimensi dengan metode ekivalen linier dan non-linier. Gelombang gempa terskala Bengkulu-Mentawai tahun 2007 diterapkan sebagai gelombang input. Perbandingan PGA, percepatan respon spektra, dan faktor amplifikasi yang dihasilkan dari kedua metode disajikan dalam penelitian ini. Nilai PGA yang dihasilkan dengan metode ekivalen linier lebih besar sekitar 5% - 30% dari metode non-linier. Faktor amplifikasi yang dihasilkan dengan metode ekivalen linier mengalami penguatan lebih besar sekitar 3% - 30% dari metode non-linier. Percepatan spektra secara umum telah melewati desain seismik yang berlaku pada pada periode pendek, dengan nilai sebesar 1,2g – 2,1g untuk metode ekivalen linier dan 1,1g – 1,6g untuk metode non-linier. Maka perlu adanya pembaharuan desain seismik untuk perencanaan bangunan gedung di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu.
Copyrights © 2024