Latar Belakang: Buah Siwalan (Borassus flabellifer Linn.) salah satu tumbuhan penghasil buah dan getah pohonnya pun dapat dimanfaatkan yang disebut air legen. Sebagai bahan pangan lokal di wilayah Tuban dan Gresik, memiliki potensi dengan kandungan zat gizi antara lain total karbohidrat, vitamin A, asam askorbat, kalsium, fosfor, dan sebagian besar kandungannya adalah air. Pada buah siwalan tua belum dimanfaatkan secara baik untuk sumber bahan pangan. Untuk itu perlu dilakukan penelitian terhadap proses produksi tepung siwalan dengan proses pemanasan yang diharapkan dapat meningkatkan daya tahan simpan dan memudahkan proses inovasi menjadi produk makanan. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan karbohidrat, kadar abu, kalsium, fosfor dan aktivitas antioksidan (DPPH). Metode: Variabel bebas (perlakuan) adalah asal buah siwalan (buah siwalan Tuban dan siwalan Gresik. Analisis data dengan tes T Independen digunakan untuk mengetahui perbedaan antara kadar total karbohidrat, abu, kalsium, fosfor, dan aktivitas antioksidan pada tepung siwalan tuban dan Gresik. Hasil: Kadar karbohidrat menunjukkan signifikasi p>0,05 (p=0,155) dan tepung siwalan Gresik p>0,05 (p = 0,222), sedangkan kadar abu, kadar kalsium, kadar fosfor dan aktivitas antioksidan antara tepung siwalan Tuban dan tepung siwalan Gresik menunjukkan nilai signifikasi yang sama yaitu p<0,05 (p = 0,000). Kesimpulan: Daerah asal buah siwalan tidak mempengaruhi kadar karbohidrat tepung siwalan, namun ada perbedaan kadar abu, kadar kalsium, kadar fosfor, dan aktivitas antioksidan pada tepung siwalan. Tepung siwalan menjadi salah satu alternatif untuk memanfaatkan buah siwalan tua. Tepung siwalan dapat digunakan untuk formulasi produk makanan dalam meningkatkan kandungan karbohidrat, mineral khususnya kalsium.
Copyrights © 2025