Drama Jepang “Followers” (2020) mengangkat isu cyberbullying dengan menampilkan berbagai bentuknya dalam kehidupan para karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis cyberbullying dan bentuk kalimat cyberbullying dalam bahasa Jepang yang digunakan dalam drama tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra dan sosiopragmatik. Data dikumpulkan dari seluruh episode drama “Followers” (2020) dan dikategorikan berdasarkan bentuk-bentuk cyberbullying yang diidentifikasi. Teori yang digunakan yaitu teori cyberbullying menurut Willard. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat total 31 bentuk cyberbullying dalam drama “Followers” (2020). Bentuk cyberbullying yang paling dominan adalah flaming (27 data), diikuti oleh denigration (2 data), harassment (1 data), dan outing and trickery (1 data). Bentuk tindakan cyberbullying yang paling sering ditemukan yaitu, penggunaan kata-kata kasar, idiom, ネットスラング (netto surangu), kata yang mengandung unsur sarkas dan gerakan tubuh yang merujuk kepada pelecahan seksual.
Copyrights © 2025