ABSTRAK Agama merupakan tatanan yang mengatur kepribadatan suatu kepercayaan setiap individu. Setiap agama memiliki cara pandang serta kepribadatan yang berbeda-beda antara agama yang satu dengan agama yang lainnya. Negara Indonesia terdiri dari berbagai adat dan budaya, sehingga dapat dikatakan sebagai negara multikultural. Pulau Jawa merupakan suku yang ada di Indonesia yang masih melekat dengan adat istiadat budaya setempat. Masyarakat Jawa memiliki adat istiadat yang masih dilestarikan hingga dijlankan turun temurun oleh masyarakat. Kehidupan masyarakat Jawa sangat erat dengan upacara ritual. Setiap upacara riual Jawa memiliki tatanan dan sarana yang berbeda. Keberagaman kebudayaan menimbulkan setiap wilayah memiliki adat istiadat yang berbeda walaupun di tempat yang sama. Percampuran kebudayaan dengan kebudayaan lain menimbulkan akulturasi kebudayaan. Proses akulturasi tidak hanya terjadi antar budaya tetapi budaya dan agama juga mengalami akulturasi. Berikut contoh akulturasi budaya dan agama di Desa Klinting yaitu tradisi ngupati (selamatan empat bulan) ibu hamil. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana rangkaian prosesi empat bulan (ngupati) kehamilan di Desa Klinting dan mengetahui makna simbolis mantra-mantra yang dibacakan dan makna makanan yang dihidangkan dalam prosesi upacara ngupati. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian bahwa fenomena tradisi ngupati di Desa Klinting merupakan fenomena akulturasi budaya dan agama setempat, tradisi ngupati didasarkan dengan konsep ajaran yang dikembangkan. Tradisi ngupati berasal dari kata kupat yang berarti makanan yang terbuat dari beras dan daun kelapa (janur) sebagai pembungkus. Tradisi ngupati dilaksanakan pada usia kehamilan yang berkisar empat bulan, yang bertujuan untuk memohon agar bayi yang ada di dalam kandungan tersebut sesuai dengan harapan orang tua, Sehingga perlu diadakan selamatan empat bulanan (Tradisi Ngupati). Awal mula dari acara selamatan berasal dari ajaran nenek moyang pada zaman dahulu yang mayoritas masih menganut agama Hindu dan Budha. Sarana yang digunakan upacara selamatan disimbolkan dengan nasi tumpeng dan dilengkapi aneka lauk-pauk. Kata Kunci : Agama dan budaya, akulturasi, tradisi ngupati
Copyrights © 2025