Kanker termasuk salah satu penyakit paling mematikan di dunia, dengan jumlah kematian akibat kanker meningkat setiap tahunnya. Sebagian besar penyintas kanker menjalani perawatan kemoterapi. Durasi kemoterapi yang panjang berdampak signifikan pada kesejahteraan mental pasien. Kondisi yang paling umum adalah stres, yang sering kali berasal dari kekhawatiran tentang pemulihan kanker. Pasien kanker yang menjalani kemoterapi umumnya mengalami stres, yang terwujud dalam bentuk perasaan sedih, pesimisme, putus asa, dianggap tidak mampu, rendah diri terhadap orang lain, memburuknya kondisi emosional, dan rasa tidak berdaya. Penelitian ini dimaksudkan dalam mengeval_uasi dampak kemoterapi terhadap peningkatan tingkat stres di antara pasien kanker di Sembiring Stylish Health Center Deli Tua pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi-eksperimental, dengan 36 sampel yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Pada tahun 2024, kemoterapi memiliki dampak sangat besar pada tingkat stres pasien kanker di Sembiring Preferred Medical Institution Deli Tua, sebagaimana dibuktikan oleh analisis bivariat yang menghasilkan nilai p bernilai 0,000, yang kurang dari 0,05. Penelitian tersebut menyimpulkan kemoterapi menghasilkan dampak yang bervariasi terhadap tingkat stres, tergantung pada penerimaan pasien terhadap penyakitnya dan pemahaman mereka terhadap pengobatan kanker melalui kemoterapi.
Copyrights © 2025