IKP (Indeks Ketahanan Pangan) dan skor PPH (Pola Pangan Harapan) merupakan indikator penilaian terhadap kecukupan dan keberagaman konsumsi makanan dari sebuah wilayah. IKP dan PPH dapat berdampak pada kesehatan masyarakat secara umum, salah satunya yaitu pada kejadian stunting. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat pengaruh skor PPH dan indikator di dalam IKP dengan kejadian stunting di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data sekunder dari website resmi pemerintah. Analisis uji yang dilakukan yaitu uji bivariat untuk melihat hubungan dari masing-masing variabel, dan dilanjutkan dengan uji regresi linier berganda untuk melihat pengaruh dari masing-masing variabel terhadap kejadian stunting. Didapatkan hasil bahwa persen RT yang tidak mendapat air besih dan rata-rata lama sekolah perempuan memiliki pengaruh terbesar terhadap kejadian stunting di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2021-2023. Dengan setiap kenaikan 1 unit persen RT yang tidak mendapat air bersih maka akan meningkatkan prevalensi kejadian stunting sebesar 0,187% dan setiap kenaikan 1 unit rata-rata perempuan sekolah akan menurunkan prevalensi kejadian stunting sebesar 0,992%. Dari hasil ini pemerintah khususnya di Provinsi Sumatera Utara dapat menetapkan kebijakan dan program untuk meningkatkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian stunting, terutama dalam pemerataan air bersih dan peningkatan lama sekolah perempuan.
Copyrights © 2025