Penyakit paru obstruksi kronik (PPOK) merupakan penyakit pada sistim pernapasan dengan angka kejadian semakin meningkat. Penyakit-penyakit sistim pernapasan yang tidak tertangani dengan baik dapat menjadi PPOK. Berbagai keluhan dirasakan penderita PPOK: bersihan jalan nafas tidak efektif, sesak nafas, susah beraktifitas, penurunan saturasi oksigen yang dapat menurunkan produktivitas dan kualitas hidup pasien PPOK. Berbagai terapi baik farmakologi maupun non farmakologi dilakukan untuk mengatasi masalah dalam membantu peningkatan saturasi oksigen pasien PPOK. Teknik clapping dan vibrasi menjadi salah satu pilihan terapi dalam mengatasi masalah saturasi oksigen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh teknik clapping dan vibrasi terhadap saturasi oksigen pasien PPOK. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dimana subyek penelitiannya adalah pasien PPOK. Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu One Group Pre-Test dan Post-Test. Jenis sampling yang digunakan yaitu consecutive sampling dengan jumlah sampel adalah 44 orang. Hasil penelitian analisa data univariat didapatkan skor rata-rata saturasi oksigen sebelum dilakukan teknik clapping dan vibrasi pasien PPOK adalah 89,98, sedangkan skor rata-rata saturasi oksigen sesudah dilakukan teknik clapping dan vibrasi adalah 92,05. Analisa data bivariat yaitu setelah dilakukan uji normalitas data didapatkan data berdistribusi normal sehingga dalam penelitian ini menggunakan uji parametrik Shapiro-Wilk. Terdapat pengaruh yang signifikan pada pelaksanaan intervensi clapping dan vibrasi terhadap saturasi oksigen pasien PPOK dengan p value 0,000 (p<0.005). Berdasarkan hasil penelitian yang sudah didapatkan maka teknik clapping dan vibrasi dapat dijadikan sebagai salah satu terapi dalam membantu meningkatkan saturasi oksigen pasien dengan PPOK yang mengalami penurunan saturasi oksigen
Copyrights © 2025