Keandalan suatu sistem distribusi adalah peluang suatu komponen atau sistem distribusi dalam memenuhi fungsi yang dibutuhkan dalam periode tertentu. Peningkatan kebutuhan akan listrik menuntut suatu sistem distribusi tenaga listrik yang mempunyai tingkat keandalan yang baik. Tingkat keandalan dapat ditentukan dengan durasi pemadaman listrik, dan waktu yang dibutuhkan untuk pulih dari pemadaman listrik. Tujuan penelitian ini menganalisa indeks keandalan SAIFI (System Average Interruption Frequency Index), SAIDI (System Average Interruption Duration Index), CAIDI (Consumer Average Interruption Duration Index) dan ASAI (Average Service Availability Index) menggunakan metode FMEA (Failure Modes Effect Analysis) di PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Atambua. Hasil penelitian menunjukkan, pada penyulang Atapupu SAIFI = 6,5330 kali/pelanggan/tahun, nilai tersebut belum memenuhi standar hal ini dikarenanakan frekuensi gangguan sering terjadi selama satu tahun dan panjangnya saluran di atas 1 – 2 Kms. Namun untuk SAIDI = 20,2244 jam/pelanggan/tahun, CAIDI = 3,0956 (jam/tahun) dan ASAI = 99,77 % masih sesuai standar SPLN demikian juga untuk penyulang Haliwen SAIFI = 3,1061 kali/pelanggan/tahun, SAIDI = 10,4879 jam/pelanggan/tahun, CAIDI = 3,3764 (jam/tahun) dan ASAI 99,88 % dan penyulang Motabuik SAIFI = 3,1751 kali/pelanggan/tahun , SAIDI = 10,4752 jam/pelanggan/tahun, CAIDI = 3,2990 (jam/tahun) dan ASAI = 0,998772 %.
Copyrights © 2025