Angka kematian balita menjadi indikator penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan berkelanjutan, terutama SDGs, yaitu mengakhiri semua kematian yang dapat dicegah di bawah usia 5 tahun. Provinsi Sumatera Utara menjadi salah satu penyumbang terbesar kematian balita pada tahun 2023, dengan angka kematian sebesar 4,2 per 1.000 kelahiran hidup dan jumlah kematian mencapai 1.041 jiwa, meningkat dari tahun sebelumnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan identifikasi terhadap faktor-faktor yang memengaruhi angka kematian balita melalui pemodelan menggunakan analisis regresi. Keberadaan pencilan dapat menyebabkan pelanggaran terhadap asumsi normalitas yang membuat metode kuadrat terkecil tidak memadai dalam estimasi parameter, sehingga digunakan regresi robust yang tahan terhadap pencilan. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan angka kematian balita di Provinsi Sumatera Utara menggunakan regresi robust estimasi MM. Estimasi MM merupakan salah satu metode estimasi parameter dalam regresi robust yang merupakan gabungan dari estimasi S dan M. Variabel independen yang digunakan meliputi persentase bayi berat badan lahir rendah, persentase inisiasi menyusui dini, persentase ibu hamil mengonsumsi 90 tablet tambah darah, dan jumlah puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estimasi MM memiliki nilai adjusted R² sebesar 73,94%.
Copyrights © 2025