Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan stabilitas paracetamol dalam berbagai bentuk sediaan farmasi: tablet, sirup, dan suppositoria. Stabilitas merupakan parameter penting yang memengaruhi keamanan, efektivitas, dan masa simpan suatu produk obat. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental deskriptif dengan uji stabilitas dipercepat pada sampel yang disimpan dalam suhu dan kelembapan terkendali selama 3 bulan. Parameter stabilitas fisik dan kimia, seperti karakteristik organoleptik, pH, disolusi, dan kadar zat aktif, dievaluasi secara berkala. Hasil menunjukkan bahwa sediaan tablet mempertahankan stabilitas yang lebih baik dibandingkan dengan sirup dan suppositoria, dengan perubahan minimal pada tampilan fisik dan kadar zat aktif. Sediaan sirup cenderung mengalami degradasi pH dan risiko kontaminasi mikroba, sementara suppositoria menunjukkan deformasi ringan dan migrasi zat aktif. Temuan ini menunjukkan bahwa pemilihan bentuk sediaan berperan penting dalam menjamin stabilitas jangka panjang sediaan paracetamol. Penelitian ini memberikan referensi penting bagi perumusan dan penyimpanan sediaan farmasi.
Copyrights © 2025