Latar Belakang: Stunting menggambarkan kejadian kurang gizi pada balita yang berlangsung dalam waktu yang lama dan dampaknya tidak hanya secara fisik, tetapi justru pada fungsi kognitif. Tujuan: menganalisis hubungan antara praktik pemberian makan, perawatan kesehatan dan kebersihan anak dengan kejadian stunting pada anak usia 1-2 tahun di wilayah kerja Puskesmas Oebobo Kota Kupang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan observasional dengan menggunakan pendekatan desain kasus-kontrol. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Oebobo Kota Kupang. Hasil: Hasil analisis bivariat, olahraga tidak ideal p = 0,014(OR: 4,64; 95% CI: 1,29-17,36), tidak olahraga = 0,000 (OR: 18,06; 95% CI: 4,44-80,25). Kebiasaan merokok p = 0,000, (OR: 6,633; 95% CI: 2,420-17,884).. Faktor obesitas tidak terbukti sebagai faktor risiko dengan nilai p = 0,440. Simpulan dan saran: Terdapat hubungan antara praktik pemberian makan (OR=2,037; 95% CI: 1,318-3,149) dan praktik kebersihan terhadap kejadian stunting (OR=1,447; 95% CI: 1,007-2,079), sedangkan praktik perawatan kesehatan tidak memiliki hubungan karena tingkat signifikan (p) > α (0,05). Penelitian selanjutnya sebaiknya melibatkan karakteristik sosial budaya ekonomi responden.
Copyrights © 2016