Studi ini mengkaji motivasi konsumen untuk berpartisipasi dalam boikot terhadap produk-produk yang berafiliasi dengan Israel, yang didorong oleh ketegangan politik dan kemanusiaan di Palestina. Dengan menggunakan analisis sentimen, penelitian ini menganalisis 9.174 komentar media sosial yang diposting antara 30 Oktober 2023 hingga April 2025. Hasilnya menunjukkan 59% komentar mendukung boikot, 27% menyatakan minat, 5% tidak memboikot, dan 9% netral. Temuan ini mengidentifikasi empat faktor utama yang mempengaruhi partisipasi boikot: keinginan untuk membuat perbedaan, peningkatan citra diri, argumen tandingan terhadap boikot, dan biaya konsumsi yang terbatas. Faktor intrinsik, seperti citra diri dan penghindaran rasa bersalah, mendorong partisipasi, sementara keraguan mengenai efektivitas boikot dan ketidaknyamanan konsumsi menjadi hambatan. Selain itu, media sosial memainkan peran penting dalam memperkuat kampanye boikot dan memperkuat dukungan publik. Studi ini berkontribusi pada literatur perilaku konsumen dan gerakan sosial, menawarkan wawasan bagi pemasar, pembuat kebijakan, dan LSM dalam merancang strategi komunikasi yang efektif untuk mengelola krisis dan mendorong perubahan sosial.
Copyrights © 2025