Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren ilmiah dan tantangan etis dalam studi tentang teknologi deepfake menggunakan pendekatan bibliometrik. Data dikumpulkan dari basis data Scopus dengan rentang waktu 2010–2024 dan dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer. Hasil analisis menunjukkan bahwa fokus utama literatur masih didominasi oleh isu teknis seperti deteksi deepfake, forensik digital, dan penggunaan machine learning. Visualisasi temporal mengindikasikan bahwa perhatian terhadap aspek sosial dan etika, seperti cybersecurity, synthetic media, dan social aspects, mulai meningkat dalam dua tahun terakhir. Jaringan kolaborasi penulis menunjukkan dominasi institusi dari Tiongkok, Amerika Serikat, dan Eropa Barat, dengan minimnya kontribusi dari negara-negara berkembang. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan interdisipliner dan keterlibatan global yang lebih luas dalam merespons tantangan sosial, hukum, dan etis yang ditimbulkan oleh kemajuan teknologi deepfake di era digital.
Copyrights © 2025