Mengenai persfektif penafsiran tentang ayat-ayat sosial politik, akhirnya peneliti sampai pada sebuah kesimpulan bahwa mengenai analisa perbandingan penafsiran keduanya, peneliti memiliki beberapa pandangan khusus yaitu : Penafsiran Hamka dan Syu’bah Asa terkait tema ayat-ayat sosial politik, maka kita akan mendapatkan informasi bahwa dalam aspek (substansi penjelasan ayat-ayatnya), terdapat kesamaan tujuan dari apa yang dimaksudkan atau yang menjadi pesan akhir perihal tema dari ayat-ayat tersebut, seperti tentang bangsa-bangsa, penguasa, amanat, musyawarah, dan keadilan. Dalam hal analisis perbandingan penafsiran keduanya terhadap ayat-ayat sosial politik, peneliti sepakat dengan kedua mufassir ini ketika menafsirkan ayat-ayat (tentang bangsa-bangsa, penguasa, amanat, musyawarah, keadilan), walaupun dari berbagai segi ada sedikit perbedaan dalam sumber penafsiran, dimana Hamka lebih condong mengambil pendapat para mufassir klasik dan modern timur tengah, seperti (al- Qurthubi, al-Thabari, al-Razi, Ibn Katsir, Sayyid Qutb, Rasyid Ridha dan lainnya), sementara Syu’bah lebih condong menampung semua pendapat para mufassir klasik dan modern, hingga para mufassir Sunni, Syi’ah, Indonesia dan non Indonesia.
Copyrights © 2024