Administrator gudang menginput data ke sistem berdasarkan nomor inbound delivery dan membuat label identitas barang sesuai jenis bahan baku dan jumlahnya perpalet. Berdasarkan lay out setiap area disetting ke dalam sistem dengan sebutan BIN (jalur / line) yang dicetak dalam bentuk barkode dan ditempel di setiap jalur penyimpanan untuk mempermudah pengawasan kualitas bahan baku yang akan digunakan untuk diperoleh produk yang berkualitas sesuai dengan standar. Penelitian ini menggunakan metode kualitataif deskriptif dengan menggunakan data sekunder yang berhubungan dengan data sistem penyimpanan bahan baku, data tata letak gudang bahan baku existing, aliran bahan di gudang bahan baku, standarisasi nasional Indonesia mutu susu kental manis. Selanjutnya dilakukan kajian lebih dalam apakah system ini cukup efektif dan efisien untuk diterapkan pada perusahaan tersebut.
Copyrights © 2024